Oleh: Matt | 01/04/2012

The Eagle

Cerita berseting tahun 140 SM.   5000 tentara Legiun ke 9 Roma yang dipimpin Marcus Flavius yang ditugaskan menguasai wilayah Inggris Utara (Skotlandia) hilang dan tak pernah kembali serta Pataka Rajawali yang menjadi simbol kebanggaan Roma juga dicuri suku Seal yang barbar. 20 tahun kemudian, Marcus Flavius Aquilla, anak dari komandan legiun 9 bertekad untuk memulihkan nama baik ayah dan keluarganya. Dia memilih Inggris sebagai tempatnya bertugas.

Semula, para pasukan memandang remeh kepadanya karena masa lalu ayahnya tersebut, tapi Marcus tak gentar dan tetap berupaya memimpin pasukannya itu. Suatu malam, Marcus terbangun dari tidurnya karena merasakan ada sesuatu yang akan terjadi. Marcus menyuruh anak buahnya untuk membangunkan semua pasukan. dan benar, suku lokal Druid berusaha menyusup dan membunuh mereka semua. Karena kejelian Marcus, penyusup berhasil dikalahkan dan tidak banyak pasukan roma yang terbunuh. Sejak saat itu pasukan menaruh hormat kepadanya.

Beberapa hari kemudian, suku Druid kembali dengan membawa sandera pasukan yang membawa perbekalan benteng. Marcus berusaha menyelamatkan mereka. Pada pertempuran itu, Roma memenangkan pertempuran namun Marcus terluka parah dan harus dibawa pulang ke Roma. Disana dia tinggal dengan pamannya. Karena lukanya tersebut Marcus diberhentikan dengan hormat sebagai komandan benteng.

Saat menonton pertandingan gladiator, Marcus melihat seorang anak muda yang tidak mau berkelahi dan memilih mati. Melihat hal itu, Marcus berusaha menyelamatkan nyawanya. Anak muda itu bernama Esca, seorang anak dari pemimpin suku Brigante dan ingin mengabdi sebagai budak Marcus.

Setelah sembuh, Marcus pergi ke utara bermaksud merebut kembali pataka rajawali yang dicuri suku lokal. Dia ditemani Esca yang bertugas sebagai penunjuk arah dan penerjemahnya.

Karena belum juga menemukan apapun, keduanya terlibat adu mulut. Saat itulah suku Seal memergoki mereka karena berbicara bahasa Roma. Untuk mengelabuhinya, Esca mengatakan bahwa Marcus adalah budaknya. Esca akhirnya diundang ke pemukiman suku Seal dan diterima sebagai tamu.

Suatu malam, suku Seal mengadakan pesta ritual dan membawa Pataka Rajawali keluar dari goa. Marcus berupaya merebutnya namun dihadang. Saat pesta selesai, semua orang mabuk. Esca datang membangunkan Marcus yang pingsan dan menyuruhnya segera mengambil pataka tersebut sebelum orang-orang terbangun. Tapi perbuatannya ini dipergoki kepala suku Seal. Setelah berkelahi dan memenangkan perang kecil tersebut, mereka berdua segera melarikan diri.

Anak kepala suku yang marah karena merasa dihianati berupaya mengejar mereka dan membunuhnya. Pengejaran tersebut berlangsung berhari-hari. Marcus yang merasa tak sanggup meneruskan perjalanannya akhirnya menyerah dan memberi kebebasan kepada Esca. Tanpa diduga, Esca kembali mengajak sisa-sisa tentara Legiun 9 pimpinan ayah Marcus dulu yang menjadi penduduk setempat. Meskipun sudah tua, namun mereka masih memiliki keahlian perang. Suku Seal akhirnya menemukan mereka. Pertempuran pun terjadi, dan pasukan Marcus memenangkannya.

Marcus mengembalikan Pataka Rajawali tersebut kepada senator Roma sehingga nama baik keluarganya dipulihkan. Saat ditawari jabatan untuk meneruskan jejak ayahnya, Marcus yang ditemani tidak mempedulikannya karena apa yang menjadi tujuannya selama ini telah terpenuhi yakni memulihkan nama baik keluarga.

Iklan

Responses

  1. saat pertama berkunjung dan berbeda dengan blog yang pernah saya kunjungi blog di sini memberikan banyak info yang terbaru toko jaket kulit jakarta


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: