Oleh: Matt | 25/04/2012

Ada Yang Dipuja, Ada Yang Dicela

Pindah klub bagi seorang pemain dalam sepakbola adalah hal yang biasa, namun akan sedikit berbeda ceritanya kalo pindahnya ke klub yang notabene adalah rivalnya (aremania sama viking itu gak akur gan). Hal ini dialami Noh “Along” Alam Shah, Zulkifli Syukur, dan Marcio Souza yang pindah ke Persib dimana sebelumnya membela Arema, dan tadi sore adalah laga yang penuh emosional bagi mereka bertiga.

Memang, herman Dzumafo dan Arif Arianto adalah bintang lapangan karena mereka mencetak gol yang membawa kemenangan bagi Arema. Namun bintang sesungguhnya sore tadi adalah Along, Zulkifli dan Marcio. Seperti diketahui, Along dan Zulkifly pernah memperkuat Arema selama 2 tahun sekaligus 2 punggawa yang membawa Arema juara liga Indonesia 2010, sedangkan Marcio menjadi pemain arema sejak awal musim ini.

Yang menjadikan mereka bintang sore tadi adalah sambutan para aremania. Along dan Zulkifli mendapat sambutan hangat dari ribuan aremania yang memadati stadion, sebaliknya bagi Marcio, cemoohan yang dia dapatkan. Marcio dianggap berkhianat karena saat Arema masih harus berjuang menghindari degradasi, striker yang menjadi andalan itu malah ngacir ke Persib seakan tanpa pamit. Tentu saja hal ini membuat emosi aremania. Saat mainpun Marcio juga sering melakukan tindakan provokasi yang semakin membuat pertandingan memanas. Saat ini Marcio Souza adalah public enemy #1 di Kota Malang. (Tapi gak usah khawatir Arema sudah dapat pengganti yang gak kalah beringas yaitu Herman Dzumafo dan Alain N’Kong.)

Beda sama Marcio, Along dan Zul yang sebelumnya mengaku masih menaruh hati di Arema mendapat perlakuan yang membuat saya (dan mungkin aremania lain) terharu. Menjelang akhir pertandingan, Aremania menyanyikan lagu “Terima kasih terima kasih, Noh Alam Shah” dan “Terima kasih terima kasih, Zulkifli Syukur”. Setelah pertandingan berakhir, nampak mereka berdua berkaca-kaca seakan menahan tangis, bahkan Along lari ke tribun penonton, setelah itu tangisnya pecah (buat yang nonton di tivi pasti liat juga). Itu bukti bahwa Along dan Zul masih berhati singa.

Andai gak ada konflik internal yang bikin Arema pecah kayak sekarang, pasti Along dan Zul masih menjadi punggawa Arema dan pujaan Aremania seperti Ridhuan & Kurnia Meiga.

RISE TO FIGHT

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: